Samurai Ek-Syar Episode 2 : Pasar Islami

Jumat, 19 April 2013

|
     Cerita sebelumnya di Samurai Ek-Syar ....

       Aura di ruangan Ibnu Taimiyah berubah menjadi aura semangat yang menyala, salah satu penyebabnya adalah teriakan takbir dari seorang laki-laki yang menamakan dirinya Samurai Ek-Syar dengan senjata penanya, tiba-tiba saja ada seorang perempuan berjilbab yang mengaku Samurai Ek-Syar juga, akhirnya mereka menyatukan kekuatan untuk memberantas keterpurukan, kejahatan dan kejahilan karena sistem ekonomi yang menurut mereka bisa menghancurkan bumi.
# # #

     Siang selepas pulang kuliah Samurai Ek-Syar 2 mampir ke pasar dekat kampus hendak membeli bahan makanan untuk di markasnya, sebuah rumah kontrakan yang terhitung besar di lingkungannya.
    "Bu, kenapa di dalam timbangannya ditambah benda lagi?"
    Seorang gadis berjilbab biru yang beranjak remaja bertanya pada ibunya yang sedang menunggu belanjaannya dihitung oleh pedagang di depannya, si gadis itu menunjuk pedagang di kios sebelah.
    "Ssst" 
    Ibunya menepis tangan anaknya yang masih menunjuk ke arah pedagang yang dimaksud.
    Secara tidak sengaja Samurai Ek-Syar 2 mendengar percakapan mereka.
    "Itu gak boleh, kan, bu? Curang, kan?"
    Gadis berjilbab yang umurnya bisa diperkirakan sekitar 14 tahunan itu terus bertanya pada ibunya, dari matanya terpancar rasa penasaran.
   "Ya, gak boleh"
   Jawab si ibu singkat.
   "Kenapa, bu?"
   "Hmm..."
   Ibunya tampak berpikir. Samurai Ek-Syar 2 menghampiri mereka berdua.
   "Karena merugikan orang lain, dek"
   Samurai Ek-Syar tersenyum.
   "Ya, tapi sekarang kan sudah banyak yang melakukan kecurangan seperti itu, Kak, hal yang biasa"
   Rupanya si gadis ingin tahu lebih banyak tentang masalah kecurangan yang dilakukan oleh pedagang tadi.
    "Gini, dek" Samurai Ek-Syar memulai pembahasannya "Kita ini kan seorang muslim, kalau yang namanya muslim itu harus berpegang teguh sama Al-Quran dan Al-Hadits, donk, kamu pasti tahu itu. Nah, dalam Al-Quran dan Hadits kecurangan seperti tadi itu sangat dilarang. Kalau dalam kenyataannya di pasar seperti yang kamu lihat tadi itu karena sistem pasar di sini tidak sesuai dengan sistem pasar dalam islam"

    Si gadis mengangguk, begitu juga dengan ibunya yang antusias mendengarkan penjelasan Samurai Ek-Syar 2.
    "Sistem pasar dalam islam itu seperti apa, kak?"
    "Sistem pasar dalam islam itu sangat menjaga para pedagang dan pembeli dari perselisihan karena menurut Islam dalam jual beli itu harus ada keridhaan anatar pedagang dan pembeli, persaingan di pasar juga harus sehat artinya tidak boleh ada monopoli, tidak boleh ada barang yang ditimbun"
   Gadis berjilbab itu memperhatikan Samurai Ek-Syar 2.
   "Nah, ini yang paling penting yang sering dilupakan para pedagang, kejujuran, kamu tahu sendiri yang namanya berbohong dan curang itu dilarang, hukumnya dosa"
   "Jadi pedagang yang tadi telah berbuat dosa. Cara menyelamatkannya dari dosa?"
   "Bertaubat dan tidak melakukan kecurangan lagi, supaya selamat dunia dan akhirat berarti para pedagang harus menerapkan prinsip-prinsip yang tadi kakak jelasin"
   "Sip" 
   Gadis berjilbab itu tersenyum, begitu pun dengan ibunya.
   "Terus, kalau kita melihat hal seperti itu harus bagaimana, kak?"
   "Dikasih tahu kalau melakukan hal seperti itu dilarang dan akan mencelakakan diri sendiri dan orang lain juga, tapi caranya harus baik, ya?!".
# # #
  
      Sementara itu tak jauh dari tempat Samurai Ek-Syar 2 berdiri sosok laki-laki yang sedang manggut-manggut mendengar percakapan mereka meski sedikit terdengar namun laki-laki yang menamakan dirinya Samurai Ek-Syar 1 itu mengerti, ia pun mengeluarkan senjatanya, pena.
     Dan kini tulisan Samurai Ek-Syar 1 telah berbaris di blognya.
     Tulisan inilah yang sedang kalian baca inilah yang dimaksud Samurai Ek-Syar 1.


1 komentar:

Unknown mengatakan...

wah lo ndra, w udah penasaran bettt apaan yg bakalan lo ceritain dengan tema itu...
heuh... betul2 gal disangka2 isi blognya -_-

Posting Komentar