Samurai Ek-Syar Episode 2 : Pasar Islami

Jumat, 19 April 2013

| 1 komentar
     Cerita sebelumnya di Samurai Ek-Syar ....

       Aura di ruangan Ibnu Taimiyah berubah menjadi aura semangat yang menyala, salah satu penyebabnya adalah teriakan takbir dari seorang laki-laki yang menamakan dirinya Samurai Ek-Syar dengan senjata penanya, tiba-tiba saja ada seorang perempuan berjilbab yang mengaku Samurai Ek-Syar juga, akhirnya mereka menyatukan kekuatan untuk memberantas keterpurukan, kejahatan dan kejahilan karena sistem ekonomi yang menurut mereka bisa menghancurkan bumi.
# # #

     Siang selepas pulang kuliah Samurai Ek-Syar 2 mampir ke pasar dekat kampus hendak membeli bahan makanan untuk di markasnya, sebuah rumah kontrakan yang terhitung besar di lingkungannya.
    "Bu, kenapa di dalam timbangannya ditambah benda lagi?"
    Seorang gadis berjilbab biru yang beranjak remaja bertanya pada ibunya yang sedang menunggu belanjaannya dihitung oleh pedagang di depannya, si gadis itu menunjuk pedagang di kios sebelah.
    "Ssst" 
    Ibunya menepis tangan anaknya yang masih menunjuk ke arah pedagang yang dimaksud.
    Secara tidak sengaja Samurai Ek-Syar 2 mendengar percakapan mereka.
    "Itu gak boleh, kan, bu? Curang, kan?"
    Gadis berjilbab yang umurnya bisa diperkirakan sekitar 14 tahunan itu terus bertanya pada ibunya, dari matanya terpancar rasa penasaran.
   "Ya, gak boleh"
   Jawab si ibu singkat.
   "Kenapa, bu?"
   "Hmm..."
   Ibunya tampak berpikir. Samurai Ek-Syar 2 menghampiri mereka berdua.
   "Karena merugikan orang lain, dek"
   Samurai Ek-Syar tersenyum.
   "Ya, tapi sekarang kan sudah banyak yang melakukan kecurangan seperti itu, Kak, hal yang biasa"
   Rupanya si gadis ingin tahu lebih banyak tentang masalah kecurangan yang dilakukan oleh pedagang tadi.
    "Gini, dek" Samurai Ek-Syar memulai pembahasannya "Kita ini kan seorang muslim, kalau yang namanya muslim itu harus berpegang teguh sama Al-Quran dan Al-Hadits, donk, kamu pasti tahu itu. Nah, dalam Al-Quran dan Hadits kecurangan seperti tadi itu sangat dilarang. Kalau dalam kenyataannya di pasar seperti yang kamu lihat tadi itu karena sistem pasar di sini tidak sesuai dengan sistem pasar dalam islam"

    Si gadis mengangguk, begitu juga dengan ibunya yang antusias mendengarkan penjelasan Samurai Ek-Syar 2.
    "Sistem pasar dalam islam itu seperti apa, kak?"
    "Sistem pasar dalam islam itu sangat menjaga para pedagang dan pembeli dari perselisihan karena menurut Islam dalam jual beli itu harus ada keridhaan anatar pedagang dan pembeli, persaingan di pasar juga harus sehat artinya tidak boleh ada monopoli, tidak boleh ada barang yang ditimbun"
   Gadis berjilbab itu memperhatikan Samurai Ek-Syar 2.
   "Nah, ini yang paling penting yang sering dilupakan para pedagang, kejujuran, kamu tahu sendiri yang namanya berbohong dan curang itu dilarang, hukumnya dosa"
   "Jadi pedagang yang tadi telah berbuat dosa. Cara menyelamatkannya dari dosa?"
   "Bertaubat dan tidak melakukan kecurangan lagi, supaya selamat dunia dan akhirat berarti para pedagang harus menerapkan prinsip-prinsip yang tadi kakak jelasin"
   "Sip" 
   Gadis berjilbab itu tersenyum, begitu pun dengan ibunya.
   "Terus, kalau kita melihat hal seperti itu harus bagaimana, kak?"
   "Dikasih tahu kalau melakukan hal seperti itu dilarang dan akan mencelakakan diri sendiri dan orang lain juga, tapi caranya harus baik, ya?!".
# # #
  
      Sementara itu tak jauh dari tempat Samurai Ek-Syar 2 berdiri sosok laki-laki yang sedang manggut-manggut mendengar percakapan mereka meski sedikit terdengar namun laki-laki yang menamakan dirinya Samurai Ek-Syar 1 itu mengerti, ia pun mengeluarkan senjatanya, pena.
     Dan kini tulisan Samurai Ek-Syar 1 telah berbaris di blognya.
     Tulisan inilah yang sedang kalian baca inilah yang dimaksud Samurai Ek-Syar 1.


Samurai Ek-Syar Episode 1: Semangat Pendekar Ekonomi Syariah

| 0 komentar
     "Allahu Akbar!"
     Teriakan seorang laki-laki berambut ikal agak gondrong menggetarkan ruangan persegi empat dengan beberapa jendela dan satu pintu, ruangan tersebut sering disebut ruang Ibnu Taimiyah, layaknya seorang Samurai yang memegang pedang ia mengacungkan penanya ke atas (tahu gaya samurai-X, kan?), isi ruangan pun berubah auranya menjadi aura yang penuh semangat. Saking semangatnya laki-laki yang kali ini menamakan dirinya Samurai Ek-Syar itu tak menyadari kacamatanya sedikit melorot ke bawah hidung.
     Mau tahu kenapa bisa ada semangat yang menggebu di ruang Ibnu Taimiyah tersebut? Apa yang sedang mereka pikirkan sehingga raut wajah mereka berubah serius? padahal beberapa menit yang lalu sebelum suara takbir menggelegar suasana kelas biasa-biasa saja.
       Penyebabnya adalah beberapa buku yang membahas tentang sebuah sistem ekonomi yang selama ini sudah sangat lekat di masyarakat, yang selalu memberikan bunga atau interest dalam sistemnya, yang hanya mengutamakan keuntungan duniawi saja tanpa memperhatikan manfaatnya di kehidupan akhir nanti. Dengan sistem ekonomi seperti itu sering terjadi ketidakjelasan, penipuan atau manipulasi, ketidakadilan, penyogokan, dan penimbunan harta.
      Wah.. wah... gawat, kan?!.
     Tentu saja pembahasan itu membuat orang-orang yang hadir di ruang Ibnu Taimiyah menjadi berang terhadap sistem ekonomi ini dan bersemangat membumikan sebuah sistem ekonomi yang sedang mereka pelajari ilmunya, sistem ekonomi syariah. Merekalah para mahasiswa STEI SEBI yang sudah menginjak semester 4. Salah satu diantara mereka yang paling bersemangat adalah seorang laki-laki yang kali ini ingin dipanggil Samurai Ek-Syar. Salah satu pentolan kelas Manajemen Perbankan Syariah 2011 C ini memang tak ada miripnya dengan Samurai-X atau Rurouni Kenshin (Tokoh Anime Jepang), tapi tak apalah semangat si Kenshin lah yang ia tiru untuk memperjuangkan ekonomi syariah agar tercipta keadilan di muka bumi karena ia sedang merencanakan misi penyelamatan bumi dari keterpurukan dan kejahilan, salah satunya dengan ekonomi syariah. Samurai Ek-Syar ini siap menciptakan dunia ekonomi syariah.

     Hebat...! Coba bayangkan kalau dunia ekonomi syariah sudah tercipta alangkah indahnya (ngikutin gaya Aa Gym), tak ada penipuan, tak ada pemerasan, yang dirasa hanyalah kesejahteraan dan keberkahan hidup, karena tujuan ekonomi syariah tidak hanya mendapatkan keuntungan dunia saja tapi keridhaan Allah lah yang dituju. Acuan ekonomi syariah adalah Al-Quran dan Hadits yang sudah jelas dua hal ini merupakan pedoman hidup umat muslim.

   
       Jika senjata Kenshin atau Samurai-X adalah Pedang maka senjata Samurai Ek-Syar dari kampus STEI SEBI Depok ini adalah pena, ada beberapa senjata pendukung Samurai Ek-Syar kita ini diantaranya laptop, modem, blog, dan ilmu ekonomi syariah. Hmm, sudah bisa ditebak, kan, apa yang akan dilakukan Samurai Ek-Syar ini?. Nulis status di facebook, eksis di dunia twitter, dan kali ini daerah kekuasaannya mulai merambah dunia blog, jangan salah, Samurai Ek-Syar bersenjata pena ini siap melayangkan tulisan-tulisan yang mengajak dan mengenalkan ekonomi syariah.
       Jika Kenshin memakai pakaian khusus para samurai Jepang maka Samurai Ek-Syar yang ini memakai jas almamater hijau STEI SEBI yang setiap liburan presentasi ke sekolah-sekolah SMA mengajak para pemuda menjadi para Pendekar Ekonomi Syariah.
      Ini baru pengenalan pendekar Ekonomi Syariahnya, belum ke inti. Selanjutnya akan dibahas bagaimana pendekar ini menggunakan pedangnya seperti Samurai-X untuk menciptakan dunia ekonomi syariah.

Kompetisi Blog Ekonomi Syariah

      Oke, mari kita buka topeng pendekar ini, siapakah sebenarnya Samurai Ek-Syar?.
      Jreng....
      "Hei, tunggu!" 
      Tiba-tiba dari kejauhan sosok perempuan yang memakai jilbab berseru sambil mengacungkan senjatanya yang juga mirip Samurai-X lagi.
      Samurai-X nya bertambah satu.
      "Aku Samurai Ek-Syar juga!"
      Yaah, tak jadi membuka topeng si Samurai Ek-Syar, kawan!
     "Oke, kita berjuang bersama-sama membasmi kejahatan dan kejahilan di muka bumi ini" 
     Ujar Samurai Ek-Syar 1 alias si laki-laki berkacamata yang kita ceritakan di awal.
      "Oke!" Sahut Samurai Ek-Syar 2.
     "Allahu Akbar! Ekonom Robbani Bisa!"
      Bersambung ke postingan selanjutnya...
     

Tentang Cinta

Minggu, 24 Maret 2013

| 0 komentar
Source: google.com
Hai fans-fans-ku semua (berasa jadi aktor sebenarnya,,hehe).
Tadi malam tak sengaja aku menemukan sebuah artikel keren tentang cinta, entah dari mana sumbernya, tak jelas, tapi yang jelasnya artikel ini dapat dari document tersembunyi di laptopku dan ada tulisan artikel lepasnya. 
Ah, dari pada panjang lebar to the point aja, deh!
Ini dia!
Selamat datang CINTA!

MISKONSEPSI
Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat. Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan deal kelompok dari mana kita berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan-jawab bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan. Cinta membutuhkan proses, Bowman juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama. "Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks," katanya. 
CINTA BUTUH WAKTU
Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena "cinta pada pandangan pertama" adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus "cinta pada pandangan pertama", banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta, mereka mencintai pasangan sebagai personalitas yang utuh.
CINTA BERBAGI, TIDAK MENGONTROL
Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta. 

BUATLAH CINTA ITU KONSTRUKTIF
Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.
CINTA TIDAK MELENYAPKAN SEMUA MASALAH
Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit (panacea). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang (berarti tidak benar-benar mencinta) cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.
CINTA CENDERUNG KONSTAN
Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.
CINTA TIDAK BERTUMPU PADA DAYA TARIK FISIK
Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan.
CINTA TIDAK BUTA
Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih.

Bisnis Budidaya Lele Sangkuriang

Senin, 25 Juli 2011

| 0 komentar

Peluang bisnis girang bersama Lele Sangkuriang



Lele sangkuriang adalah salah satu jenis lele hasil dari persilangan antara beberapa jenis lele yang dianggap memiliki kualitas baik, sehingga dihasilkan yang lebih baik dibanding jenis kedua induknya.Sangkuriang ini merupakan perbaikan genetik melalui silang balik antara induk betina lele dumbo generasi kedua (F2) dan jantan lele dumbo generasi keenam (F6).

Kelebihan Jenis lele sangkuriang dibandingkan dengan jenis lele lain yang adalah perkembangannya yang cepat hanya waktu 2 bulan untuk bisa dipanen serta daya resistensinya terhadap serangan virus juga tinggi.
Walaupun bentuk ikan lele ini sejenis dengan lele dumbo. Namun dari ukuran dan kelezatan ikan lele Sangkuriang jauh berbeda, banyak konsumen yang sudah membuktikan hal itu.
Bentuk ikan lele sangkuriang ini sejenis dengan lele dumbo, namun ukuran dan kelezatannya sangat berbeda.Masa depan budidaya lele cukup cerah. Menurut keterangan dari salah seorang staf Ditjen Budidaya Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan ikan lele ini merupakan salah salah satu komoditi yang akan dijadikan unggulan dalam  Program Ketahan Pangan Nasional. Konsepnya kini sedang disiapkan. Kita tunggu saja bagaimana ntah sebagai regulator bekerja.

Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m – 800 m dpi. Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas >800 m dpi. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya artinya kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan Pemda setempat.
Budidaya lele, baik kegiatan pembenihan maupun pembesaran dapat dilakukan di kolam tanah, bak tembok atau bak plastik. Budidaya di bak tembok dan bak plastik dapat memanfaatkan lahan pekarangan ataupun lahan marjinal lainnya.
Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumu (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yan sudah dikondisikan terlebih dulu. Parameter kualitas air yan baik untuk pemeliharaan ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut:
1.      Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air.
2.      pH air yang ideal berkisar antara 6-9.
3.      Oksigen terlarut di dalam air harus > 1 mg/l.
Budidaya ikan lele Sangkuriang dapat dilakukan dalam bak plastik, bak tembok atau kolam tanah. Dalam budidaya ikan lele di kolam yang perlu diperhatikan adalah pembuatan kolam, pembuatan pintu pemasukan dan pengeluaran air.
Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2. Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Pada bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang memanjang dari pemasukan air ke pengeluaran air (monik). Parit dibuat selebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm.
Sebaiknya pintu pemasukan dan pengeluaran air berukuran antara 15-20 cm. Pintu pengeluaran dapat berupa monik atau siphon. Monik terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran. Pada bagian kotak dipasang papan penyekat terdiri dari dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki. Sedangkan pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana, yaitu hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang didasar kolam dibawah pematang dengan bantuan pipa berbentuk “L” mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam.
Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk.




Pelaksanaan Budidaya
Sebelum benih ikan lele ditebarkan di kolam pembesaran, yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi:
a.
Persiapan kolam tanah (tradisional)


Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dinding kolam diperkeras dengan memukul-mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran. Pemopokan pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor).


Untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan).


Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.


Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2.


Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring


Kemudian dilakukan pengisian air kolam.


Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.
b.
Persiapan kolam tembok

Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen.
c.
Penebaran Benih

Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.

Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 100 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.
d.
Pemberian Pakan

Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.
e.
Pemanenan

Ikan lele Sangkuriang akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 – 250 gram per ekor dengan panjang 15 – 20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan.
Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan karamba, pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dan dengan jumlah air yang sedikit.
Kegiatan budidaya lele Sangkuriang di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembesaran, penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan. Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain ular dan belut. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp.
Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam. Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan plastik di sekeliling kolam.
Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan.
Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.
Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
·         Pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan.
·         Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air.
·         Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak.
·         Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit.
·         Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air).
·         Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK
·         Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik
·         Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru.
·         Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan.
ANALISA USAHA
Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastic(skala pembelajaran)

1.      Asumsi
-         Jenis kolam yang digunakan adalah kolam terpal berukuran 5m x 2m dan tinggi 150cm dan dibuat di lahan sendiri.
-         Untuk membuat kolam terpal tersebut dibutuhkan terpal berukuran 8m x 5m / 40m2 . Harga(April 2010) di Bogor Rp 6500/m2.
-         Pakan yang diberikan adalah peletapung dan pelet tenggelam. Jumlah total pakan yang diberikan selama masa pembesaran 100kg= 30% pelet apung 70% pelet tenggelam, serta tidak diberi pelet tambahan.
-         Pelet dibeli dengan harga eceran dengan rincian sebagai berikut:
o       Pelet apung L1   à Rp 7.500/ kg
o       Pelet apung PL2 à Rp 7000/kg
o       Pelet PL3            à Rp 6700/ kg
o       Pelet tenggelam Shinta(SNL) à Rp 5.400/ kg

-         Benih yang disebar berukuran 5 -6 cm sejumlah 1000 ekor ( padat penebaran 100ekor/m2). Harga benih untuk ukuran tersebut Rp 150/ ekor
-         Umumnya pada bulan Agustus – Januari harga jual lele konsumsi( isi 6-8 ekor/kg) di tingkat petani mencapai Rp 10.500 ke atas. Ini disebabkan produksi lele terbilang langka pada waktu itu.
-         Hasil produksi lele konsumsi 140 kg dengan masa pemeliharaan sekitar 50 hari.
2.      Biaya Investasi
-         Pembuatan satu unit kolam terpal + bamboo + tenaga gali          à Rp 500.000
3.      Biaya Produksi
- Pengadaan benih 1000 ekor @ 150                                             à Rp 150.000
- Pakan :
      > 3 kg pelet L1 @ 7500                                                           à Rp 22.500
      >  5 kg pelet PL2 @ 7000                                                        à Rp 35.000
      > 22kg pelet PL3 @6700                                                         à  Rp 147.400
> 70 kg pelet tenggelam SNL @ 5400                                            à Rp 378.000
> Biaya penyusutan kolam( 10%)                                                    à Rp 50.000
Total                                                                                              à Rp 782.900

4.      Pendapatan
Pendapatan = Total produksi x Harga lele sangkuriang per kg
                    =  140 x  9000
                    = Rp 1.260.000

5.      Keuntungan
Keuntungan = Pendapatan – total biaya produksi
                      =  Rp 1.260.000 – Rp 782.900
                      = Rp 477.100

6.      Analisis Kelayakan Usaha
Ø      Break Even Point(BEP)
BEP Harga     =Total biaya produksi : total produksi
                        = Rp 5.378/ kg
Penjualan pada ukuran konsumsi tidak akan mengalami keuntungan atau kerugian bila dijual dengan harga Rp 5378/ kg
BEP Produksi = Total biaya produksi : harga jual per kg
                                    = Rp 782.900 : Rp 9.000/kg
                                    = 86,98 kg
Usaha pembesaran lele sangkuriang ini tidak akan mengalami keuntungan atau kerugian jika produksi atau lele yang terjual sebanyak 86,98kg


Ø      Revenue Cost( R/C Ratio)
R/C Ratio       = Total pendapatan : total biaya produksi
                        = Rp 1.260.000 : Rp 782.900
                        =  1,6
Artinya setiap penambahan bbiaya sebesar Rp 1.000 akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 1.600. Dengan melihat angka R/C Ratio ini, dapat disimpulkan bahwa usaha pembesaran lele sangkuriang layak untuk dilakukan dan diteruskan.


^^PACARAN HALAL^^

Sabtu, 02 Juli 2011

| 0 komentar

PACARAN HALAL
Sebagai Proses Penjajakan, Percayalah Kepada Cowok
(tidak mengandung ayat dari kitab agama manapun)

Jangan salah persepsi. Tulisan ini sama sekali tidak membenarkan judul di atas. Hanya sebagai umpan untuk menarik perhatian pembaca.

Berdasarkan dari betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok. Bahkan dengan sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal seperti film-film Indonesia toempoe doeloe. Tetapi dengan pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami berubah (red:cowok).

Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target (wanita). Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan, malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo masih).

Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah SEX, sejauh mana dirimu memberikan rasa penasaran kepada kami, selama itu pula kami sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami. Mengapa kami sebut sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah beristeri saja masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya).

Pernikahan yang kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan UU Negara, masih sering kami injak-injak. Apalagi status pacaran? Yang sama sekali tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya seorang cowok bisa saja berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan atau sebaliknya. Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar zina, dari yang kecil sampai yang besar.

Tapi masalah jadi bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih bisa menikmati kenikmatan dunia lewat tubuh wanita secara free, maka paradigma “Pacaran sebagai proses penjajakan” akan selalu kami sebarkan dengan cara apapun.

Sex dengan pacar sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan pelacur manapun dengan harga pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu jadi target kami tentunya bersih, sehat, bebas penyakit menular seks (PMS), terawat dan terdidik.

Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan. Maksudnya apabila kami telah sukses memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario “rasa pengertian” yang kami ciptakan di hati target. Pulsa yang kami keluarkan untuk menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan yang menanti kami.

Target berjilbab? Bisa sukses bisa juga tidak.
Usaha kami dalam berburu “kenikmatan” terhadap target berjilbab memerlukan beberapa trik tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya, bersahaja, pengakuan terhadap kekurangan diri, bersikap humoris dan sedikit bumbu religi yang didapat dari ceramah ustadz-ustadz di televisi bisa jadi referensi tambahan.

Usaha kami sukses terhadap target yang berjilbab yang juga masih berpakaian ketat, sehingga jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya dan tidak menutupi ukuran “hardware” indahnya. Kulit target yang halus mulus karena sering tertutup dari polusi udara dan matahari memberikan sensasi yang tidak sama dengan target tidak berjilbab pada umumnya.
Luar biasa!!!

Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan. Kami kurang pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan “harta berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.

Kenyataan yang menggembirakan adalah target “kokoh” semacam ini berjumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan total target “empuk” yang banyak tersedia di sekitar kami.

Pada umumnya target menginginkan “keseriusan”. Ketidaktahuan mereka terhadap makna kata serius ini yang sering kami manfaatkan sebagai peluluh hati mereka. Trik yang kami gunakan bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan “Aku serius lho sama kamu”, telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara panjang lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura lugu soal keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti tentang trik yang kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu dan semangat kami yang tidak berputus asa dalam menjalankan skenario, cepat lambat target yang dulunya pura-pura lugu akan luluh akhirnya melihat semangat tulus palsu kami.

Jika tujuan utama kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan, maka bukti keseriusan palsu kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka ke orang tua kami atau sebaliknya, kami bersedia diboyong ke orang tua target. Sampai disini saja keberanian kami untuk bermain dengan kata serius, untungnya karena 99% target telah takluk pada level trik ini.

Kenyataan yang juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang tua kami atau oramg tua target juga memiliki paradigma “Pacaran adalah proses penjajakan” atau “Pacaran adalah proses yang harus dilalui oleh remaja normal”.
Luar biasa!!!
Target yang telah beranggapan bahwa “inilah jodohku”, dengan paradigma ini kami telah mendapatkan kepercayaan penuh dari segala pihak untuk memperlakukan target semau kami. Termasuk menikmati kenyamanan sensasi seks penuh gratisan yang kami tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak perlu buru-buru, karena kami sangat dan sangat memperhatikan situasi, kondisi dan domisili.

Soal dikemudian hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya karena kami hisap atau muncul target baru yang lebih segar, maka skenario pelepasan diri dapat dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat mudah melakukannya mengingat semua manusia memiliki kekurangan, kekurangan inilah yang harus diangkat ke permukaan dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya hubungan. Alasan ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang tua masing-masing pihak.

Putus. Juga merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario pengejaran target baru. Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska putus pun bisa menjadi pesona di hadapan target baru ini. Tentunya kami tidak meninggalkan trik-trik peluluhan hati yang kami terapkan terhadap target-terget sebelumnya seperti sederhana, tampil apa adanya, bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada umumnya ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam setiap keadaan. Target selalu ingin merasakan aman, nyaman, disayang, diperhatikan (beberapa). Maka sedaya upaya kami akan ciptakan suasana tersebut hanya didekat kami. Persepsi bahwa di dekat kami maka target merasa aman, nyaman, tenang, tersenyum, dan damai merupakan paradigma yang harus kami ciptakan di dalam kepala target.
Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami habisi.

“Ahh, saya kan gak pernah serius klo pacaran, ngapain takut!”
Jika terget berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti ini juga merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai skenario peluluhan hati. Yang kami utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan super tidak jelas bernama Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma masalah waktu. Trik-trik yang kami lancarkan akan mengubah keadaan hati target seiring waktu yang dilalui bersama-sama dan komitmen semu tentang pacaran yang kami atau orang lain ciptakan.

“Ahh, tidak semua cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin begitu!”.
Kata-kata sejenis ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar untuk mendapatkan tubuh target di kemudian hari. Karena salah satu yang kami ingin bentuk adalah pendapat target bahwa kami adalah cowok yang berbeda dengan cowok pada umumnya.

Jika Anda wanita berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik tertutup atau tidak, mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari sesama manusia tanpa pemahaman yang jelas…
Maka Anda target kami berikutnya!!!

Wahai wanita, ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar serius terhadapmu akan datang kepada orang tuamu dengan berkata “Pak, saya ingin menikahi putri Bapak, sekarang saya punya penghasilan Rp…../bulan, dst”, sedangkan laki-laki yang benar-benar serius ingin menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan berkata “Maukah kamu jadi pacarku?”.

Puncak kehinaan wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk jadi kekasihnya.
Puncak kemuliaan wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan lamaran seorang lelaki untuk jadi isterinya.
Hancurkan harga diri dengan pacaran, muliakan diri dengan ...

Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka tahu.
Pacaran sebagai proses penjajakan, penjajakan = peng”injak-injakan” atau pen”jaja”an.
Jika Anda belum pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda telah putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal “main” kami bersama Anda!
Wallahua’lam bisshawab

suasana pengumuman SNMPTN 2011

Rabu, 29 Juni 2011

| 0 komentar
tak terasa ternyata pengumuman snmptn sa telah tiba..
yah, walaupun gagal tapi masih bisa dicoba tahun depan kok..

oy, buat temen temen yang ingin melihat hasil SNMPTN 2011, bisa buka link ini..
http://ujian.snmptn.ac.id/login.php

sukses untuk teman semua !!!!!!! :D

"blog pertama saya"

Selasa, 28 Juni 2011

| 0 komentar
assalamualaykum..
hello world..

senang rasanya bisa memiliki blog pertama, hehehe..
berharap agar bisa lebih memiliki banyak pengalaman dan teman teman baru, serta bisa saling berbagi.

kalau ingin meninggalkan komentar atau saran atau apapun itu yang menyenangkan kita semua, silahkan.. :)